Pameran Andrawina #4 Hadirkan 18 Karya Instalasi, Eksplorasi Media dan Ruang Jadi Fokus Utama

 

Pameran Seni Andrawira kembali hadir untuk yang keempat kalinya di Yogyakarta. Mengusung tema ‘M²’, perhelatan seni ini hadirkan 18 karya dari 20 seniman yang tergabung dalam Komunitas Satu Titik. Bertempat di Jogja Gallery, pameran ini digelar dari tanggal 10 Oktober hingga 19 Oktober 2026.

Berbeda dari pameran yang biasanya hanya menampilkan estetika karyanya, Andrawina #4 justru perlihatkan hasil dari keterkaitan antara karya seni dengan ruang di sekitarnya. Melalui pendekatan instalasi, ruang tak sekadar menjadi tempat untuk memajang karya seni tetapi juga menjadi bagian yang direspons dalam proses berkesenian.

Andrawina sendiri merupakan agenda besar dari Komunitas Satu Titik yang merupakan komunitas seni rupa asal Yogyakarta. Berdiri pada 16 September 2018, Satu Titik telah mengadakan Pameran sebanyak 4 kali yang diadakan tiap 2 tahun sekali. Pameran Andrawira pertama kali diadakan pada 2021 di Taman Budaya Yogyakarta.

Riski Dwi Fitriyanto, salah satu seniman sekaligus pengelola pameran, menjelaskan bahwa anggota dari komunitas ini memiliki basic berkarya yang berbeda-beda. Ada yang memiliki basic melukis, membuat patung hingga desain grafis. Namun untuk Pameran Andrawina ini, seluruh anggota komunitas diharuskan untuk membuat karya-karya instalasi agar memberikan respon terhadap ruang.

“Jadi ya sebenarnya temen-temen dari komunitas ini punya basic yang macem-macem. Ada yang emang basicnya lukis, buat patung sampai yang grafis pun juga ada. Nah khusus untuk Pameran Andrawira sendiri temen-temen di sini diharuskan bikin karya instalasi untuk merespon ruang. Tapi sebenarnya kalau di luar komunitas ada yang ngajak pameran, dia mau menampilkan karya apapun itu ya diperbolehkan,” jelasnya.

Pada tahun ini, karya seni yang ditampilkan berjumlah 18 karya. Jumlahnya tidak sesuai dengan keseluruhan anggota dikarenakan beberapa diantaranya ada yang melakukan kolaborasi karya. “Ini tuh emang jumlah karyanya ngga pas 20 karena ada 4 yang collab. Ada yang collab sama istrinya, ada juga yang sama pacarnya,” ucap Riski.

Perharinya, diperkirakan terdapat 200 hingga 300 orang yang berkunjung ke pameran. Angka tersebut menunjukkan tingginya antusiasme pengunjung terhadap pameran yang menghadirkan pendekatan dalam penciptaan karya seni.

Melalui Andrawina #4. Komunitas Satu Titik membuka ruang bagi para seniman untuk bereksprimen dengan media dan lingkungan sekitarnya. Pendekatan instalasi yang dihadirkan menempatkan ruang sebagai bagian penting dalam penciptaan dan pemaknaan karya seni.

Komentar

Berita Populer

KR dan V-Green Bahas Infrastruktur Charger Kendaraan Listrik di Yogyakarta

Cara Mengurus Kartu ATM BCA dan TabunganKu Hilang di Yogyakarta

Wisata Gunungkidul Tidak Hanya Wisata Pantai Namun Juga Wisata Sejarah Sejak Megalitikum: Sokoliman