Inovasi Paniradya Kaistimewan DIY: Pemetaan 3D Permudah Simulasi dan Perencanaan Tata Ruang Yogyakarta

YOGYAKARTA (KR) - Sebuah terobosan menarik dihadirkan untuk membaca dan merencanakan tata ruang kawasan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sekilas, perangkat yang digunakan tampak layaknya permainan simulator mengemudi bus biasa, namun teknologi ini sejatinya adalah alternatif interaktif untuk membaca kondisi kawasan di Yogyakarta secara digital.

foto daftar isi srs diambil oleh ardinsyah vinfastjogja.id


Berdasarkan portofolio yang ditampilkan, inovasi pemetaan ini telah mencakup berbagai kawasan penting dan bersejarah di DIY. Beberapa di antaranya meliputi Spatial Reference System (SRS) untuk kawasan Candi Prambanan-Candi Ijo, Masjid dan Makam Raja Mataram di Kotagede, Situs Sokokliman, kawasan Kotabaru, hingga kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta.

Kepala Bidang Urusan Tata Ruang Paniradya Kaistimewan DIY, Gunawan, menjelaskan bahwa pihaknya membuat pemetaan wilayah ini melalui bentuk 3D modelling. Tujuan utamanya adalah menjadikan peta 3D tersebut sebagai data dasar untuk memetakan kondisi riil suatu kawasan.

"Kalau kita bisa menyajikan data peta secara 3D, tentu itu akan lebih mudah di dalam proses perencanaan itu sendiri," ungkap Gunawan.

Penyajian data spasial dalam bentuk tiga dimensi ini dinilai sangat membantu proses visualisasi pembangunan. Menurut Gunawan, dengan adanya 3D modelling, pihak perencana tata ruang bisa lebih mudah membayangkan serta membuat simulasi mengenai apa yang ingin dibawakan atau dihasilkan di suatu kawasan tersebut di masa mendatang.

Komentar

Berita Populer

Wisata Gunungkidul Tidak Hanya Wisata Pantai Namun Juga Wisata Sejarah Sejak Megalitikum: Sokoliman

Perbandingan Motor Listrik dan Motor Bensin Jogja-Kebumen

Rayakan Hari Patah Hati, Ribuan Penonton Larut dalam Kemeriahan Veteran Cup 2026