‘Block Theatre’ Hidupkan Imajinasi melalui Pertunjukan Balok Kayu di Pesta Boneka #10


Yogyakarta – Kelompok seni asal Finlandia, KO-KOO-MO, menampilkan pertunjukan Block Theatre dalam rangkaian Pesta Boneka #10 pada Kamis (8/10-2026). Bertempat di Kompleks Kampoeng Media Yogyakarta, pertunjukan ini mengajak penonton untuk ikut berimajinasi dan menyaksikan cerita yang ada melalui balok-balok kayu yang disusun sedemikian rupa agar menjadi karya seni visual.

Berbeda dengan pertunjukan seni pada umumnya yang mungkin diisi oleh sejumlah kelompok manusia, pada Block Theatre mereka justru menggunakan balok kayu yang merupakan benda mati sebagai media utamanya. Melalui gerakan dan susunan yang terus diubah, balok-balok tersebut dibuat seolah hidup dan menghadirkan beragam bentuk serta karakter. Suasana pertunjukan semakin didukung dengan adanya musik dan raut wajah dari sang seniman yang membawa audiens menyelami dunia imajinatif mereka.

Pertunjukan ini dimulai pada pukul 15.00 WIB dan berlangsung selama 30 menit. Tanpa batasan usia tertentu, Block Theatre dapat dinikmati oleh berbagai kalangan. Performer dari Block Theatre sendiri merupakan seorang perempuan bernama Roosa Halme yang juga berasal dari Finlandia. Ia ditemani oleh rekannya, Lilja Mattsson, yang menjadi bagian teknisi selama acara berlangsung.

Pada pertunjukan Block Theatre, konsep yang ditampilkan pada pertunjukan ini awalnya berangkat dari gagasan bahwasanya sebuah benda sederhana dapat menyimpan kemungkinan yang tak terbatas. Balok kayu tidak hanya dipandang sebagai bentuk yang telah selesai, tetapi juga sebagai elemen yang dapat terus dikembangkan melalui imajinasi. Kelompok seni yang membawakan pertunjukan ini pun, KO-KOO-MO, memiliki konsep seni visual yang mengedepankan kreativitas tanpa adanya keterikatan dengan bahasa dan budaya. Dalam pengembangan Block Theatre, kelompok ini menggunakan Human-Shaped Reconstruction Kit, perangkat berbentuk balok kayu yang dirancang oleh seniman rupa Kai Ruohonen. Perangkat tersebut menjadi dasar penciptaan berbagai bentuk dan karakter melalui penyusunan elemen-elemen kayu.

Salah satu penonton Block Theatre, Lia, mengungkapkan sedikit pengalamannya ketika menonton pertunjukan tersebut. Pada awalnya ia khawatir apabila tidak paham dengan isi dari pertunjukan yang menggunakan balok-balok kayu ini. Apalagi Block Theatre merupakan pertunjukan yang pertama kali ia tonton ketika di Pesta Boneka #10. Namun kekhawatiran yang Lia rasakan rupanya tak terjadi. Ia justru menikmati dan merasakan keseruan dari imajinasi yang diciptakan selama pertunjukan berlangsung.

“Karena pertunjukannya yang seru tadi, aku berharap supaya di Jogja ini bisa ada lebih banyak event-event seperti ini ya walaupun memang ngga mungkin juga buat sering-sering. Tapi mungkin kedepannya bisa diadain 2 mingguan gitu biar agak lebih lama hehe,” ujar Lia pada Kamis sore seusai pertunjukan berlangsung.


Komentar

Berita Populer

KR dan V-Green Bahas Infrastruktur Charger Kendaraan Listrik di Yogyakarta

Cara Mengurus Kartu ATM BCA dan TabunganKu Hilang di Yogyakarta

Wisata Gunungkidul Tidak Hanya Wisata Pantai Namun Juga Wisata Sejarah Sejak Megalitikum: Sokoliman