‘Block Theatre’ Hidupkan Imajinasi melalui Pertunjukan Balok Kayu di Pesta Boneka #10
Berbeda dengan pertunjukan
seni pada umumnya yang mungkin diisi oleh sejumlah kelompok manusia, pada Block Theatre mereka justru menggunakan
balok kayu yang merupakan benda mati sebagai media utamanya. Melalui gerakan
dan susunan yang terus diubah, balok-balok tersebut dibuat seolah hidup dan
menghadirkan beragam bentuk serta karakter. Suasana pertunjukan semakin
didukung dengan adanya musik dan raut wajah dari sang seniman yang membawa
audiens menyelami dunia imajinatif mereka.
Pertunjukan ini dimulai pada
pukul 15.00 WIB dan berlangsung selama 30 menit. Tanpa batasan usia tertentu, Block Theatre dapat dinikmati oleh
berbagai kalangan. Performer dari Block
Theatre sendiri merupakan seorang perempuan bernama Roosa Halme yang juga
berasal dari Finlandia. Ia ditemani oleh rekannya, Lilja Mattsson, yang menjadi
bagian teknisi selama acara berlangsung.
Pada pertunjukan Block Theatre, konsep yang ditampilkan
pada pertunjukan ini awalnya berangkat dari gagasan bahwasanya sebuah benda
sederhana dapat menyimpan kemungkinan yang tak terbatas. Balok kayu tidak hanya
dipandang sebagai bentuk yang telah selesai, tetapi juga sebagai elemen yang
dapat terus dikembangkan melalui imajinasi. Kelompok seni yang membawakan pertunjukan
ini pun, KO-KOO-MO, memiliki konsep seni visual yang mengedepankan kreativitas
tanpa adanya keterikatan dengan bahasa dan budaya. Dalam pengembangan Block Theatre, kelompok ini menggunakan Human-Shaped Reconstruction Kit,
perangkat berbentuk balok kayu yang dirancang oleh seniman rupa Kai Ruohonen.
Perangkat tersebut menjadi dasar penciptaan berbagai bentuk dan karakter
melalui penyusunan elemen-elemen kayu.
Salah satu penonton Block Theatre, Lia, mengungkapkan
sedikit pengalamannya ketika menonton pertunjukan tersebut. Pada awalnya ia khawatir
apabila tidak paham dengan isi dari pertunjukan yang menggunakan balok-balok kayu
ini. Apalagi Block Theatre merupakan
pertunjukan yang pertama kali ia tonton ketika di Pesta Boneka #10. Namun kekhawatiran
yang Lia rasakan rupanya tak terjadi. Ia justru menikmati dan merasakan keseruan
dari imajinasi yang diciptakan selama pertunjukan berlangsung.
“Karena pertunjukannya yang
seru tadi, aku berharap supaya di Jogja ini bisa ada lebih banyak event-event
seperti ini ya walaupun memang ngga mungkin juga buat sering-sering. Tapi
mungkin kedepannya bisa diadain 2 mingguan gitu biar agak lebih lama hehe,” ujar Lia
pada Kamis sore seusai pertunjukan berlangsung.


Komentar
Posting Komentar