Apakah Identitas di Google Bisa Menjadi Mata Uang Baru bagi Penulis dan Influencer?
Selama satu dekade terakhir, ekonomi kreator mempunyai satu ukuran yang sangat populer: followers.
Semakin banyak follower, semakin besar peluang mendapatkan endorsement.
Semakin besar views, semakin mahal tarif iklan.
Semakin tinggi engagement, semakin menarik seseorang bagi brand.
Tetapi internet sedang bergerak menuju sesuatu yang lebih kompleks.
Di masa depan, mungkin bukan hanya jumlah orang yang mengikuti kita yang memiliki nilai ekonomi.
Identitas kita di mesin pencari juga bisa menjadi aset.
Bahkan, bukan tidak mungkin suatu saat muncul sebuah kategori pekerjaan baru yang secara informal dapat disebut sebagai "Google influencer".
Apa itu Google influencer?
Istilah tersebut belum merupakan jabatan resmi Google.
Ini adalah sebuah konsep.
Google influencer adalah seseorang yang mempunyai identitas digital yang kuat dan dapat ditemukan, dipahami, serta dihubungkan oleh mesin pencari.
Ia tidak harus memiliki lima juta follower.
Yang penting adalah ketika namanya dicari, muncul ekosistem digital yang jelas.
Misalnya:
nama,
profesi,
website,
artikel,
video,
Instagram,
TikTok,
YouTube,
wawancara,
portofolio,
dan berbagai publikasi yang berkaitan dengannya.
Google sendiri menjelaskan bahwa Search Profile dapat menyatukan konten dari berbagai platform ke satu tujuan di Google. Search Profile dapat menghubungkan konten Instagram, TikTok, YouTube, X, Facebook, dan website.
Google juga menjelaskan bahwa informasi profil dapat diintegrasikan ke Knowledge Panel, termasuk nama, bio, dan tautan media sosial.
Dengan demikian, konsep dasarnya sudah mulai terlihat.
Dari follower menjadi identity capital
Saya membayangkan akan muncul bentuk baru dari apa yang bisa disebut identity capital.
Saat ini kita mengenal:
social capital — siapa yang kita kenal.
audience capital — berapa banyak orang yang mengikuti kita.
financial capital — berapa banyak aset yang kita miliki.
Di masa depan, bisa muncul:
identity capital — seberapa kuat dan kredibel keberadaan digital kita.
Misalnya ada dua orang.
Orang pertama mempunyai 2 juta follower TikTok.
Orang kedua mempunyai 300 ribu follower, tetapi selama sepuluh tahun telah menghasilkan ratusan artikel, memiliki website, muncul di berbagai media, mempunyai video, podcast, buku, dan profil digital yang konsisten.
Keduanya mempunyai jenis aset yang berbeda.
Yang pertama mempunyai audience.
Yang kedua mempunyai digital identity.
Dalam dunia bisnis, keduanya dapat memiliki nilai yang berbeda tergantung kebutuhan.
Sebuah brand yang ingin mendapatkan jangkauan cepat mungkin memperhatikan audience.
Tetapi perusahaan yang ingin mencari pembicara, konsultan, penulis, ahli, atau figur profesional mungkin juga membutuhkan sesuatu yang lain:
bukti tentang siapa orang tersebut dan apa yang telah dikerjakannya.
Google dapat menjadi lapisan verifikasi
Inilah bagian yang menurut saya paling menarik.
Google bukan lembaga sertifikasi manusia.
Search Profile juga bukan tanda bahwa Google menjamin seseorang ahli di bidang tertentu.
Namun Google sudah mempunyai mekanisme tertentu untuk entitas yang memiliki Knowledge Panel.
Google memungkinkan subjek atau perwakilan resmi suatu entitas untuk mengklaim panel yang tersedia dan melakukan proses verifikasi melalui akun atau profil resmi yang terkait.
Setelah terverifikasi, pengguna dapat memberikan saran mengenai informasi pada panel tersebut.
Google juga menjelaskan bahwa Knowledge Panel dibuat otomatis berdasarkan berbagai sumber di web dan diperbarui ketika informasi di web berubah.
Ini memberikan sebuah gagasan penting:
identitas seseorang semakin dapat menjadi objek yang dipahami oleh mesin pencari.
Bukan berarti Google menyatakan orang tersebut hebat.
Bukan berarti Google memberikan sertifikat keahlian.
Tetapi keberadaan digital orang tersebut dapat menjadi semakin terstruktur.
Di sinilah pekerjaan baru bisa muncul
Bayangkan sepuluh tahun lagi.
Seseorang datang kepada perusahaan dan tidak hanya mengatakan:
"Saya punya 500 ribu followers."
Tetapi:
"Saya memiliki 1.000 publikasi, website, video, podcast, social profile, dan seluruh identitas profesional saya dapat ditemukan ketika nama saya dicari."
Lalu perusahaan melakukan pencarian.
Dalam hitungan detik, perusahaan dapat melihat seluruh jejak publiknya.
Bukan hanya follower.
Bukan hanya views.
Tetapi portofolio kehidupan profesionalnya di internet.
Dari sini dapat muncul pekerjaan-pekerjaan baru:
Search Profile Manager
orang yang membantu profesional membangun identitas pencarian.
Digital Identity Strategist
orang yang mengelola konsistensi identitas seseorang di berbagai platform.
Personal Knowledge Graph Consultant
orang yang membantu membangun hubungan antara nama, website, karya, publikasi, dan profil digital.
Search Reputation Specialist
orang yang membantu profesional menjaga kualitas informasi publik tentang dirinya.
Semua itu masih merupakan kemungkinan, bukan kategori pekerjaan yang sudah ditetapkan Google.
Namun arah teknologinya membuat konsep tersebut masuk akal untuk dibayangkan.
Dan penulis bisa menjadi kelompok yang sangat diuntungkan
Mengapa?
Karena penulis menghasilkan sesuatu yang sangat mudah dipublikasikan ke web:
teks.
Teks dapat memiliki judul.
Nama penulis.
Tanggal.
Topik.
Link.
Website.
Referensi.
Dan halaman web dapat ditemukan melalui pencarian.
Seorang penulis yang menghasilkan 1.000 artikel tidak hanya mempunyai 1.000 tulisan.
Ia mempunyai 1.000 titik data publik yang dapat dikaitkan dengan identitasnya.
Tentu saja tidak berarti semua artikel otomatis meningkatkan reputasi.
Kualitas, kredibilitas, konteks, dan sumber tetap penting.
Tetapi secara konseptual, penulis mempunyai kemampuan untuk membangun digital footprint dalam skala yang sangat besar.
Inilah yang saya sebut sebagai mata uang baru
Saya tidak membayangkan "mata uang" dalam arti uang resmi.
Tidak ada rupiah atau dolar yang otomatis diberikan Google kepada orang yang memiliki Search Profile.
"Mata uang" di sini lebih tepat dipahami sebagai nilai tukar reputasi.
Misalnya seseorang ingin:
- menjadi pembicara,
- mendapatkan klien,
- menjual buku,
- mendapatkan proyek,
- menjadi konsultan,
- bekerja sama dengan brand,
- menjadi narasumber,
- membangun bisnis,
- atau mendapatkan undangan media.
Dalam banyak situasi, orang lain akan melakukan satu hal terlebih dahulu:
mencari namanya di Google.
Jika hasil pencarian memberikan gambaran yang konsisten mengenai siapa dirinya, karya-karyanya, dan rekam jejak publiknya, identitas tersebut dapat membantu proses membangun kepercayaan.
Dengan demikian, nama seseorang dapat mempunyai nilai ekonomi tidak langsung.
Dari "berapa follower?" menjadi "siapa Anda ketika dicari?"
Inilah kemungkinan perubahan paling menarik.
Generasi internet pertama membangun reputasi melalui website.
Generasi berikutnya membangun reputasi melalui Facebook, Instagram, YouTube, TikTok, dan platform lainnya.
Generasi berikutnya mungkin membangun sesuatu yang lebih besar:
identitas lintas-platform yang dipahami mesin pencari.
Google Search Profile bahkan secara resmi dirancang untuk menyatukan konten seseorang dari berbagai platform. Namun Google juga secara eksplisit mengatakan bahwa pembuatan Search Profile tidak secara langsung meningkatkan ranking konten di Google Search.
Artinya, kita belum bisa mengatakan bahwa Search Profile hari ini adalah "mesin uang".
Belum.
Tetapi infrastrukturnya menunjukkan arah yang menarik.
Jika suatu saat pencarian nama menjadi bagian penting dari proses perekrutan, kerja sama, pembelian jasa, pemilihan pembicara, pencarian ahli, dan validasi reputasi, maka identitas digital akan mempunyai nilai ekonomi yang semakin nyata.
Dan pada saat itu, jumlah follower mungkin bukan satu-satunya angka yang ditanyakan.
Pertanyaannya bisa berubah menjadi:
"Ketika nama Anda diketik di Google, apa yang ditemukan dunia?"
Jika jawabannya adalah ribuan karya, publikasi, pengalaman, video, wawancara, website, dan profil yang semuanya terhubung pada identitas yang sama, maka seseorang sebenarnya telah membangun sebuah aset.
Bukan aset yang bisa langsung dicairkan seperti saham.
Tetapi aset reputasi.
Identity capital.
Dan mungkin, bagi penulis, itulah salah satu mata uang baru di ekonomi digital.
Sumber:
- Google Search Central — Add a Search profile badge to your website.
- Google Search Help — Membuat profil Penelusuran baru.
- Google Knowledge Panel Help — Mendapatkan status terverifikasi di Google.
- Google Knowledge Panel Help — Tentang panel pengetahuan.
- Google Knowledge Panel Help — Cara kerja Pustaka Pengetahuan Google.


Komentar
Posting Komentar