Dari Layar ke Ruang Diskusi, Ketika Film Menjadi Jembatan Bertukar Pikiran
Hal tersebut terlihat dalam kegiatan Layar Tancap Vol. 10 yang digelar komunitas Avikom UPN “Veteran” Yogyakarta di Kampus 2 UPN “Veteran” Yogyakarta, Senin (24/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi agenda rutin Avikom yang menghadirkan pemutaran film sekaligus diskusi bersama pembuat film. Beragam karya ditampilkan, tidak hanya berasal dari anggota internal komunitas, tetapi juga karya mahasiswa dari berbagai kampus yang berdomisili di Yogyakarta.
Melalui kegiatan tersebut, pemutaran film tidak berhenti sebagai aktivitas menonton bersama. Setiap penonton memiliki ruang untuk memberikan pemaknaan berbeda terhadap film yang disaksikan. Perbedaan sudut pandang itulah yang kemudian menjadi bahan diskusi antara penonton dan pembuat film.
Adryan Ahmad, salah seorang anggota komunitas Avikom sekaligus pelaksana kegiatan Layar Tancap Vol. 10, mengatakan kegiatan tersebut memang dirancang sebagai ruang bertukar pikiran bagi para penikmat film.
“Kebetulan film-film yang ditayangkan memang bukan film komersial dan lebih berfokus pada pengungkapan kesenian. Kalau film yang berisi pengungkapan seni seperti ini tentu akan memunculkan banyak spekulasi dari penonton. Inilah yang membuat pembahasan dalam ruang diskusi menjadi menarik,” ujar Adryan.
Ruang Bertemu Berbagai Perspektif
Dalam berbagai kegiatan pemutaran film di Yogyakarta, mahasiswa menjadi salah satu kelompok yang banyak memenuhi ruang diskusi. Mereka tidak hanya datang untuk menikmati film, tetapi juga mencari pengalaman dan wawasan baru.
Rifan, mahasiswa Jogja Film Academy yang mengikuti Layar Tancap Vol. 10, menilai kegiatan seperti ini memberikan pengalaman berbeda dibandingkan menonton film secara mandiri. Menurutnya, diskusi setelah pemutaran film dapat menambah referensi sekaligus memberikan wawasan baru dari sudut pandang penonton maupun pembuat film.
“Dengan datang ke kegiatan seperti ini, kita bisa menambah referensi dan mendapatkan banyak wawasan baru,” kata Rifan.
Hal tersebut menjadi salah satu pembeda antara menonton film seorang diri dan mengikuti kegiatan pemutaran film yang dilengkapi dengan sesi diskusi. Ketika menonton bersama, pengalaman tidak berhenti pada apa yang terlihat di layar, tetapi berkembang melalui percakapan dan pertukaran gagasan.
Pada akhirnya, kegiatan pemutaran film memang berhenti ketika gambar terakhir selesai diputar. Namun, wawasan dan pemikiran yang diperoleh dari film maupun diskusi dapat terus hidup melalui percakapan di antara penonton dan pembuat film.
Film pun tidak lagi sekadar menjadi media visual untuk menyampaikan cerita. Lebih dari itu, film dapat menjadi titik awal bertemunya berbagai perspektif, gagasan, dan pengalaman manusia dalam sebuah ruang diskusi.


Komentar
Posting Komentar